PENGARUH DEEP BREATHING TERHADAP INTENSITAS NYERI PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI RSU NURUSSYIFA KUDUS
(1) Universitas Safin Pati
(2) Universitas Safin Pati
(3) Universitas Safin Pati
(4) Universitas Safin Pati
(*) Corresponding Author
Abstract
Nyeri perineum merupakan keluhan yang sering dialami ibu post partum setelah persalinan akibat trauma jaringan robekan spontan maupun episiotomi. Secara global, persalinan pervaginam masih mendominasi sekitar 79% dari ±130 juta kelahiran hidup setiap tahun. Indonesia, persalinan normal mencapai sekitar 82–83%, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Tingginya angka persalinan pervaginam berimplikasi pada kejadian nyeri perineum pada masa nifas awal. Kondisi ini memerlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya deep breathing. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh deep breathing terhadap intensitas nyeri perineum pada ibu post partum di RSU Nurussyifa Kudus. Penelitian desain quasi eksperimen pretest–posttest with control group. Sampel penelitian 42 responden yang terdiri dari 21 responden kelompok intervensi dan 21 responden kelompok kontrol. nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data uji Wilcoxon. Hasil rerata nyeri pada kelompok intervensi dari 5,7 menjadi 3,5 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pada kelompok kontrol, rerata nyeri menurun dari 6,0 menjadi 4,8 dengan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Uji beda antar kelompok menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). deep breathing berpengaruh terhadap penurunan intensitas nyeri perineum pada ibu post partum.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
DOI: https://doi.org/10.31596/jcu.v15i3.3162
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Journal Indexed by:
Copyright of Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. ISSN: 2252-8865 (Print) dan 2598-4217 (Online).


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.




