EFEK AIR REBUSAN LIDAH BUAYA UNTUK MENSTABILKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA DIABETES MELITUS TIPE 2

Tri Suraning Wulandari(1*), Lufhfi Fauzy Asriyanto(2), Yuni Susilowati(3),

(1) Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung
(2) Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung
(3) Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung

(*) Corresponding Author

Abstract


Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin. Secara global, prevalensi DM mencapai sekitar 422 juta orang, sedangkan di Indonesia sebesar 8,5% pada penduduk usia ?15 tahun. Faktor lingkungan dan genetik berperan penting dalam terjadinya diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin, obesitas, serta disfungsi pankreas. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti gangguan perfusi perifer, nyeri, infeksi, dan kerusakan saraf. Penatalaksanaan nonfarmakologis menggunakan lidah buaya yang mengandung kromium diketahui efektif dalam membantu memperbaiki kontrol kadar gula darah serta mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes melitus (DM). Kandungan kromium dalam lidah buaya berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki fungsi pankreas. Lidah buaya dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti rebusan, jus, kapsul, maupun gel.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian air rebusan lidah buaya untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest posttest) dengan metode purposive sampling. Jumlah responden 5 dengan kriteria inklusi pasien memiliki riwayat DM tipe 2 dengan gejala ketidakstabilan kadar glukosa darah, kesadaran compos mentis, dapat berkomunikasi dengan baik. Alat yang digunakan glukometer dengan easy touch. Hasil: Setelah pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut, terjadi perbaikan kadar glukosa darah pada responden.

Kesimpulan: Pemberian air rebusan lidah buaya selama 7 hari berturut-turut menunjukkan adanya perbaikan kadar glukosa darah pada lima responden yang sebelumnya memiliki kadar glukosa darah tinggi.

 


Keywords


Diabetes Melitus tipe 2; Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah; Air Rebusan Lidah Buaya

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract viewed : 7 times
PDF files downloaded : 0 times

DOI: https://doi.org/10.31596/jcu.v15i1.3187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Journal Indexed by:

Indonesian Publication Index (IPI) Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) Google Scholar Garuda Ristekdikti OneSearch PKP Index CrossRef

Copyright of Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. ISSN: 2252-8865 (Print) dan 2598-4217 (Online).

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.

View My Stats